Monday, 25 March 2013

REKAYASA TEHNOLOGI SEDERHANA PEMBUAHAN SALAK DILUAR MUSIM

REKAYASA TEHNOLOGI SEDERHANA PEMBUAHAN SALAK DILUAR MUSIM

Tanaman salak merupakan tanaman yang sdangat menjanjikan karena  bisa berbuah sepanjang tahun, namun demikian produksi yang dihasilkan tidak sama setiap bulannya. Fakta yang ada dilapangan bahwa pembuahan salak pondo dapat dibagi menjadi 4 musim panen yaitu :
1.    PANEN RAYA  terjadi pada bulan Nopember -  Desember – Januari Puncak produksi
2.    PANEN KECIL terjadi pada bulan Pebruari – Maret – April Panenan paling sedikit
3.    PANEN SUSULAN  panen hasilnya sedang terjadi bulan Mei – Juni – Juli
4.    PANEN SISIPAN produkisinya agak tinggi
Dampak yang ditimbulkan dengan  4 musim panen tersebut adalah sebagai berikut :
1.    Bila terjadi panen raya maka harga salak relatip lebih muran karena over produksi
2.    Pada waktu panen kecil  maka produksi yang dihasilkan relative lebih sedikit sedangkan harganya  relative lebih mahal
3.    Sedangkan panen Susulan atau sisipan produksi yang dihasilkan sedang sedang saja harga stabil rata-rata.

Faktor –faktor yang mempengarui kegagalan pembuahan salak pondo menjadi 4 musim tadi diantaranya ;
1.    Terjadinya  pembungaan pada waktu musim penghujan maka penyerbukan akan banyak mengalami kegagalan disebabkan air hujan masuk kedalam bunga betina tani sehingga bunga menjadi mudah busuk.
2.    Pembungaan pada waktu musim kemarau biasanya bunga sulit untuk mekar secara penuh hal ini disebabkan oleh ketersediaan air dalam tanah menjadi berkurang sehingga bunga betina relatif keras sehingga hanya bagian samping saja yang bisa mekar.
3.    Terjadinya pembungaan yang tidak bersamaan mekarnya antara bunga jantan dan bunga betina sehingga juga mempengarui terjadinya penyerbukan yang tidak sempurna karena ketidakseimbangan ketersediaan bunga jantan dan bunga betina.
4.    Ketersediaan unsur hara bagi tanaman menjadi terbagi disaat musim panen raya karena energi tanaman lebih difokuskan pada pemasakan buah sehingga bunga betina tidak dapat berkembang dengan baik, disamping permasalahan pemeliharaan khususnya untuk wiwilan anakan, pelepah dan faktor pemupukan.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh petani perlu langkah-langkah yang diantaranya melalui  Rekayasa tehnologi penyerbukan yang dilakukan oleh bantuan manusia dengan cara sebagai berikut :
1.    Bila bunga betina mekar penuh pada musim penghujan ditandai dengan sebagian kelopak bunga pecah dan bunganya kelihatan merah muda maka perlu dilakukan pemangkasan ujung manggar tersebut dan dilakukan pembersihan seluruh tapas kelompok bunga tersebut dengan menggunakan gunting sampai bunga betina kelihatan secara penuh.
2.    Bunga yang sudah dibersihkan tani kemudian di taburi dengan bunga jantan yang diambil dari tempat lain dengan jalan diketek atau bunga jantan dipotong-potong dengan ukuran 1-2 cm dan diletakkan diatas bunga betina.
3.    Bila kita menggunakan serbuk sari bunga jantan yang telah diawetkan cukup dengan menggunakan kuas kecil  serbuk sari disaput diatas bunga betina tersebut.
4.    Bunga yang telah diserbukkan tadi lalu ditutup dengan menggunakan gelas aqua atau botol aqua yang telah dibelah sampingnya atau menggunakan daun salak yang dibentuk menyerupai kerucut.
5.    Pembungaan yang terjadi pada musim  kemarau  perlu dilakukan pemotongan manggar yang  sudah berwarna coklat dibagian ujungnya kira-kira 1 cm untuk membantu agar bunga betina dapat membuka disamping berfungsi untuk mempercepat membukanya  bunga salak betina.
6.    Cara lain bunga betina yang telah mekar cukup dibuka saja tanpa dilakukan pemotongan tapas dan tanpa diberikan tutup yang bertujuan untuk menjaga kelembaban bunga. 
7.  Pada saat terjadinya pembungaan yang tidak bersamaan dapat menggunakan bunga jantan  yang telah kita awetkan  dengan jalan setelah bunga betina dibuka  lalu ditaburi dengan serbuk sari atau dengan menggunakan kuas dilumuri secara merata. 
(Penulis Suwaji, SP.  PPL Kecamatan Pronojiwo)







No comments:

Post a Comment

Post a Comment